20 Januari 2010

Sejarah CFMU

80 tahun silam, Pdt. Dr. Robert Alexander Jaffray, seorang misionari bangsa Kanada yang fasih berbahasa Kanton memasang banyak peta pada dinding kantornya. Beliau menemukan adanya potensi rohani para mahasiswa sekolah Alkitab Cien Tau di kota Ik Chou, Propinsi Kwang Si, sehingga beliau membentangkan peta-peta tersebut dihadapan mereka dan berkata :" kita harus memohon kepada Tuhan untuk mengutus orang ke tempat-tempat ini". Sekolah Alkitab Cien Tau dipakai Tuhan sebagai batu loncatan dan pusat pelayanan injil Pdt. Jaffray yang bersifat International.Sekolah ini memiliki motto terkenal ,yaitu : "Buka Ladang Baru, Bersedia Menderita Dan Berkobar-Kobar Dalam Roh".

Karena dorongan visi untuk pelayanan Injil keluar Tiongkok, beliau bersama beberapa rekan pendeta gereja Tionghoa mendirikan Chinese Foreign Missionary Union (CFMU). Sebagian besar misionari Tionghoa yang diutus melayani di Vietnam, Kamboja, Thailand, Myanmar, Malaysia, termasuk Indonesia berasal dari Sekolah Alkitab Cien Tau.Patut dicatat, beberapa Pendeta tersebut ada diantaranya sebelumnya adalah pengusaha, pedagang yang kemudian mempersembahan diri setelah ditantang oleh beliau untuk menjadi penjala jiwa. Sejak awal berdirinya CFMU, beliau sudah bertekad agar lembaga misi ini dipimpin oleh seorang Tionghoa. Atas permintaan beliau, Pdt. Dr. Leland Wong akhirnya bersedia menjadi ketua CFMU, sedangkan beliau menjadi wakilnya.
Dengan demikian, peristiwa ini merupakan suatu terobosan baru bahwa CFMU menjadi Lembaga Misi Tionghoa pertama yang memberitakan Injil lintas budaya yang terlibat dalam pelayanan misi dunia khususnya daerah Indocina hingga Indonesia.

Beberapa misionari yang pernah melayani di Indonesia antara lain : Pdt.Choe Sing Hwen, misionari pertama CFMU yang diutus keluar Tiongkok, mula-mula melayani di Vietnam lalu diutus ke Makassar dan Tarakan. Pdt. Tze Ying Kwang melayani di Makassar. Pdt. Tsang To Hang melayani di Bali. Pdt. C.Y.Wong diutus ke pulau penghasil timah di Bangka-Belitung dan sekitarnya juga mengadakan penginjilan di beberapa daerah di Djawa. Pdt. Yason S. Lim, Pdt. Liem Kwang Ling ke Samarinda dan pendalaman, pelayanan mereka kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Chang Shieh Ying yang membuka ladang baru di pendalaman Kalimantan Timur. Pdt. James Timothy Chen dan beberapa misionari di utus melayani di Samarinda.

Lembaga Misi Tionghoa yang dulu bernama CFMU telah melahirkan banyak gereja dewasa di berbagai tempat di Indonesia, Khususnya gereja-gereja cikal bakal yang kemudian terhimpun dalam Sinode GEPEKRIS, GKKA dan GPMII .Tiga sinode ini telah membentuk Badan Kerjasama Tiga Sinode Ex CFMU.


26 Maret 2009 akan diadakan Hut CFMU Ke 80 di PangkalPinang, Semoga dengan adanya momen tersebut BKS Tiga Sinode Ex CFMU dapat mempertahankan eksistensinya, meningkatkan kwalitasnya, berkembang dan bertumbuh subur dengan orientasi untuk kepentingan Tuhan dan gerejaNya. (jeweel-buku kenangan perayaan 70 tahun CFMU)

Tidak ada komentar:

ANTARA-Indonesian News

Ada kesalahan di dalam gadget ini