21 Januari 2010

Sejarah GKKA Indonesia Jemaat Ujung Pandang

Gereja Kebangunan Kalam Allah Jemaat Ujung Pandang berasal dari Zending CFMU.

Zending CFMU (Chinesse Foreign Missionary Union) didirikan oleh Pdt. DR. R.A. Jaffray, pada tanggal 26 Maret 1929 di Hongkong. Sebelum zending ini berdiri, Pdt. R.A. Jaffray telah mengutus seorang utusan injil setahun lebih awal ke kota Makassar untuk penginjilan dan mendirikan gereja di kota ini.

Visi dan Asal Mulanya berdirinya GKKA Ujung Pandang (1928).

GKKA Jemaat Ujung Pandang adalah gereja yang paling awal dari zending CFMU. Pada Januari 1928, Tuhan menggerakkan hati hamba-Nya yang setia, Pdt. DR. R. A. Jaffray datang dari Tiongkok ke Indonesia. Beliau melihat ladang pelayanan yang luas di Indonesia, sehingga pada bulan April 1928 Beliau mengutus Pdt. Choe Sing Huen ke Makassar (Ujung Pandang). Kota Makassar akhirnya menjadi pos penginjilan pertama pelayanan misi Beliau di Indonesia. Pdt. DR. Jaffray sendiri sudah sejak tahun 1897 memberitakan Injil ke Tiongkok dan mendirikan Gereja Christian Mission Alliance (CMA) di propinsi Kwang Si, serta membuka Sekolah Alkitab Cien Tau. Beliau adalah seorang misionari besar yang bukan hanya melakukan pelayanan misi, tapi juga melatih para muridnya untuk melakukan pelayanan misi. Beliau mempunyai visi rohani yang jauh.

Objek pelayanan beliau bukan hanya terhadap orang Tionghoa saja, tetapi juga kepada orang Indonesia. Sebab itu, tidak lama setelah tiba di Indonesia, Beliau mendirikan sebuah sekolah Alkitab dalam bahasa Indonesia di Makassar. Sekolah Alkitab tersebut kini kita kenal dengan nama Sekolah Tinggi Teologi Jaffray.

Perintis dan Pembukaan pos (1928-1936)

Pdt. Choe Sing Huen adalah pendeta pertama GKKA Indonesia jemaat Ujung Pandang. Beliau tamat dari sekolah Alkitab Cien Tau, Uh Chou, propinsi Kwang Si. Sebagai seorang perintis pelayanan misi, pertama-tama beliau melayani selama 7 tahun di Vietnam, kemudian mendirikan sebuah gereja di Vietnam. Demi kebutuhan pelayanan Tuhan yang mendesak untuk Indonesia, maka beliau di utus ke Indonesia.

Bulan April 1928, pdt Choe Sing Huen tiba di Makassar, menumpang di lantai 2 toko Sdr. Lie. Pada waktu itu pula, anggota keluarganya tiba di Makassar. Kemudian, menyewa sebuah rumah di jalan Banda. Beliau membentuk kepengurusan majelis gereja, meminjam gereja orang Belanda sebagai tempat kebaktian. Hanya berjumlah 6-7 orang saja yang hadir dalam kebaktian itu. Kemudian pada awal tahun 1929, mereka menyewa sebuah rumah di jalan Lembeh sebagai ruang kebaktian, dengan nama gereja CMA (China Mission Alliance). Awal tahun 1930 pindah lagi ke rumah sewaan di jalan Timor, digunakan sebagai ruang kebaktian sekaligus pastori. Nama gereja diganti lagi menjadi HOK IM TONG. Tahun 1935 Pdt. C.Y.Wong dan nyonya meneruskan pelayanan di Makassar. Masa pelayanan Pdt. Choe di Makassar selesai, beliau kembali ke Tiongkok. Beberapa waktu kemudian kembali ke Indonesia. Beliau merintis pelayanan Injil di Bima, pulau Sumbawa serta mendirikan gereja. Pada tahun 1947 beliau di utus ke Tarakan dan melayani di sana hingga tahun 1960. Pdt. C.Y. Wong melayani jemaat di Makassar selama satu tahun. Pada tahun 1936 diteruskan oleh Pdt. Jakub Yen selama satu tahun.

Penginjilan dan Pembangunan Gereja ( 1937-1972)

Pada tanggal 8 Oktober 1937, Pdt. Tze Ying Kwong diutus ke Makassar. Cukup banyak orang Tionghoa berdiam di kota ini, namun hanya sedikit saja orang Kristen. Jumlah yang hadir dalam kebaktian hanya sekitar 10 orang, dengan taraf kehidupan rohani yang masih muda. Pdt. Tze mengadakan penginjilan pribadi, dan Tuhan menambahkan orang-orang yang diselamatkan bagi gerejaNya. Ketika itu, jemaat memakai sebuah rumah di jalan Timor sebagai ruang ibadah. Tanggal 1 April 1939 nama gereja diganti menjadi GEREJA KRISTEN MAKASSAR. Tentara Jepang juga memasukkan Pdt. Jaffray ke dalam kamp penahanan. Penyaluran dana bantuan untuk kehidupan para penginjil pun terputus dari CFMU, sehingga rumah sewaan untuk kebaktian terpaksa diambil pemiliknya. Akhirnya penginjil tinggal di Sekolah Alkitab. Pdt. Tze tidak rela pintu gereja tertutup, sehingga dengan pantang mundur Beliau berkeliling, mencari dan memelihara jiwa-jiwa jemaat yang tercerai-berai. Di daerah pengungsiaan beliau membuka pos penginjilan. Kemudian, di Kampung Maccini, daerah luar kota Makassar jemaat membangun sebuah gedung gereja. Sampai Jepang menyerah kalah, gereja dipindahkan lagi ke jalan Sarappo. Anggota jemaat semakin giat mengasihi Tuhan walau banyak kesulitan. Jumlah anggota jemaat terus bertambah, sehingga gedung gereja tidak lagi memadai. Kemudian pada tahun 1950 jemaat membeli sebidang tanah di jalan Banda untuk membangun gedung gereja. Peletakkan batu pertama berlangsung pada tanggal 7 Januari 1950. Sedangkan upacara peresmiannya pada tanggal 7 Juli 1950. Dalam mengarungi berbagai kesulitan selama 10 tahun, dengan berdirinya gedung gereja serta bertambahnya jumlah anggota jemaat, Pdt. Tze dan nyonya akhirnya menyaksikan hasil jerih lelah mereka. Inilah hiburan dan dorongan bagi seorang hamba Tuhan, di dalam kesulitan, melihat anugerah Tuhan. Berkat semangat, kesabaran dan ketabahan dari Pdt. Tze, beliau memiliki jiwa seorang gembala selalu memperhatikan domba-dombanya. Beliau memiliki talenta menulis, berkhotbah dan musik, sehingga kerohanian jemaat dapat di bina dengan baik. Beliau berprakarsa dengan gereja-gereja bersatu dan berkerjasama, selalu menjalin hubungan baik dengan gereja-gereja lain. Beliau melihat pentingnya pendidikan, maka sejak 1938 telah membuka sebuah sekolah. Kemudian karena terjadi perang di zaman pendudukan Jepang, maka sekolah sempat berhenti lama. Pada tahun 1968 sekolah dibuka kembali sampai sekarang yang meliputi jenjang pendidikan PG-TK-SD-SMP ZION.

Pertumbuhan dan Penginjilan

Tuhan memberkati segala pelayanan gereja-Nya. Dalam proses pertumbuhan gereja, terbitlah buletin mingguan perdana gereja dibagikan pada tanggal 14 Februari 1971. Pada tanggal 21 Agustus 1971 jemaat mengadakan kebaktian pengucapan syukur 40 tahun pelayanan Pdt. Tze, sekaligus menahbiskan Ev. Santoso Iman (menantu Pdt. Tze) sebagai pendeta. Kemudian Pdt. Iman melanjutkan studi ke Amerika. 7 Mei 1972 dalam usia 67 tahun, Pdt. Tze kembali ke pangkuan Allah Bapa. Beliau memperoleh respon baik dari anggota jemaat maupun warga masyarakat, terlebih pula Tuhan memberkati pelayanannya. Pelayanan gereja terus bertumbuh dengan pesat, tanggal 10 Agustus 1972 Pdt. Iman kembali dari Amerika, merupakan jabatan kependetaannya. Selain menggembalakan jemaat, Beliau juga mengadakan penginjilan ke luar. Pada tahun 1974 membuka pos-pos penginjilan masing-masing di Banjarmasin dan Donggala. Ketika itu sudah ada beberapa kaum muda yang menyerahkan diri sebagai hamba Tuhan. Di antara mereka ada yang kembali ke gereja untuk melayani, antara lain : Ev. The Chi Chan, Ev. Hwang Chuen Chau, Ev. Elisabeth Tan ( Chen Yek Kui ), Ev. Dorce Liady, Ev. Chen Lik Fang, Ev. Paulina Lo, Ev. Esther Lukman dan sebagainya. Pdt. Iman juga memperhatikan pelayanan pemuda dan remaja, sehingga pada tanggal 12-15 September 1973 mengadakan Retreat Pertama Pemuda Remaja. Lebih dari 70 pemuda remaja hadir dalam retreat ini. Dengan maksud studi lanjut, pada tahun 1979 Pdt. Iman berangkat ke Sekolah Teologia Tiranus Bandung, sambil membantu pelayanan di Gereja Hok Im Tong Bandung. Dari struktur administrasi, Pdt. Iman masih menjabat Ketua Sinode Gereja Kebangunan Kalam Allah, hingga tahun 1989 Beliau sekeluarga pindah ke Amerika.

Perkembangan Pelayanan dan Kondisi Jemaat (1981-1994)

Sejak tanggal 30 Januari 1981 Ev. Tiopilus Bun dan nyonya bertugas sebagai gembala sidang. Beliau ditahbiskan sebagai pendeta jemaat pada tahun 1987. Dengan setia Beliau melayani Tuhan, anggota jemaat semakin bertambah pula. Kebaktian Umum dilakukan 2 kali (pagi dan malam). Untuk memperluas ruang kebaktian, maka kantor gereja lama dibongkar, tempat kediaman penginjil di lantai 2 juga dijadikan balkon. Bulan Mei 1993 jemaat membuka gereja cabang di Panakkukang. Selama 10 tahun terakhir ini, banyak rekan yang bekerja sama dalam pelayanan jemaat, diantaranya ialah: Ev. Elisabeth (Chen Lik Fan) 1980-1983, kini berada di Taiwan, Ev. Paulina Lo (1976-1988) yang kini melayani di GKKA Banjarmasin, Ev. Unandi dan Nyonya (1983-1987), kemudian melanjutkan studi di STTB Bandung dan kini sudah kembali. Pada tahun 1988 Ev. Hengky Chiok melayani jemaat kami, kemudian ditahbiskan sebagai pendeta pada tahun 1993. Beliau kini sedang melanjutkan studi ke Amerika. Tahun 1991 Ev. Lukas Yo menjalankan praktek pelayanan gereja selama satu tahun, kini meneruskan pelayanan di Bandung. Ev. Sylvia Ondy melayani sebagai penginjil sekolah Kristen Zion, kemudian melayani purna waktu dalam gereja pada tahun 1993. Tahun 1991 Ev. Marthin Luther melayani jemaat kami, bertugas dalam pembinaan paduan suara dan komisi pemuda. Ev. Albert Rumbo sambil studi di STT Jaffray juga turut membantu pelayanan jemaat, khususnya dalam pembinaan komisi remaja. Tahun 1988 kami membuka gereja cabang di Kendari, disusul dengan pembukaan gereja cabang di Dili pada tahun 1990. Pada tahun ini juga jemaat membantu GKKA Donggala untuk pembukaan cabang Palu. Puji Tuhan Cabang Kendari telah menjadi jemaat pada tanggal 29 April 1995, untuk melaksanakan misi penginjilan kini ada sebuah cabang gereja di Bau-Bau di bawah asuhan jemaat Kendari. Gereja menyediakan dana misi untuk gereja cabang yang membutuhkan.

Yayasan Pendidikan Kristen Zion berada di bawah naungan gereja, pada tahun 1969 kami membentuk Yayasan Pendidikan Kristen Zion. Hingga kini selama 30 tahun, seluruh siswa Sekolah Kristen Zion sudah mencapai ribuan murid. Kini guru tetap lebih dari 40 orang, 2 penginjil sekolah dan 4 guru agama.

Sekolah telah menjadi faktor penting penggembangan jemaat. Selama 30 tahun banyak siswa yang percaya kepada Tuhan menjadi anggota jemaat. Dr. Robert Sutjiadi sebagai ketua yayasan sekolah. Lebih dari 25 tahun Dr. Robert mengabdikan diri dalam pelayanan sekolah ini. Beliau membuka Taman kanak-kanak Zion pada tahun 1968.Ketika itu sekolah tidak memiliki ruang kelas, kami memasang tenda di garasi mobil gereja yang lowong itu untuk ruang kelas. Tahun 1985 SMP Zion dipindahkan ke jalan Sungai Cerekang no.22 dan Taman kanak-kanak dipindahkan ke Sungai Limboto Lr.38/6 pada tahun 1992. Hingga kini Sekolah Zion sudah memiliki 3 jenjang pendidikan. Besar harapan kiranya tidak lama kemudian gereja bisa membuka SMA. Jumlah murid Sekolah Minggu kami sekitar 500-600 orang, dengan lebih dari 30 guru Sekolah Minggu yang melayani mereka. Kami mempunyai 4 lokasi untuk pertemuan Sekolah Minggu, maka tiap tahun gereja mengadakan satu kali kelas pembinaan guru Sekolah Minggu yang baru. Komisi Remaja didirikan pada tahun 1972, dan komisi Pemuda pada tanggal 1 Mei 1955. Komisi Wanita Dorkas didirikan pada tanggal 8 Maret 1960 dan Komisi Keluarga ( Pasangan Suami-Istri ) dimulai sejak tahun 1990. Tiap komisi memiliki badan pengurus, aktifitas serta panduan suara masing-masing.

Untuk memenuhi kebutuhan lokasi aktifitas dan perkembangan pelayanan gereja, maka akhir tahun 1993 di jalan S. Limboto lr. 38/6 jemaat membangun sebuah pastori gereja. Sedangkan pastori gereja semula dijadikan aula dan dipakai untuk berbakti dan aktifitas persekutuan.

Rencana dan Prospek

Gereja Kebangunan Kalam Allah Ujung Pandang sudah berusia 70 tahun. Gedung gereja kini sudah dipakai lebih dari 40 tahun. GKKA berada di bawah naungan Lembaga Misi CFMU, baik hamba-hamba Tuhan maupun segenap jemaat tetap mempertahankan visi penginjilan ke luar.

(ditulis ulang dari buku Sejarah 70 Tahun CFMU 1929-1999)

Tidak ada komentar:

ANTARA-Indonesian News

Ada kesalahan di dalam gadget ini